Skip to content
Apa Yang Kamu Cari?
6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menyiapkan Makanan Bayi

6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menyiapkan Makanan Bayi

Asupan gizi berperan penting dalam tumbuh kembang bayi. Selama enam bulan pertama sejak kelahirannya, ASI menjadi satu-satunya sumber gizi untuk bayi. Setelahnya MPASI akan berperan penting sebagai menu penunjang. Apa saja yang perlu diperhatikan mengenai ini? Simak berikut ini!

Setelah usia 6 bulan, asupan gizi bayi dari makanan yang lebih padat menjadi fokus para ibu. MPASI adalah kunci dari pengenalan bahan makanan penunjang yang melengkapi gizi dari ASI.

Tentunya keinginan orang tua adalah selalu memberikan yang terbaik untuk si kecil. Meskipun banyak makanan siap santap dari toko online ataupun supermarket, makanan bayi 6 bulan akan lebih ideal bila sang ibu sendiri yang mempersiapkannya. Makanan yang disiapkan di rumah bisa diolah secara lebih sehat, berasal dari bahan-bahan bergizi, dan kebersihannya juga lebih terjamin.

Maka sebelum membuat menu MPASI 6 bulan di rumah, mari perhatikan dulu beberapa hal berikut!

1. Siapkan Bahan Makanan Segar Berkualitas

Bahan makanan segar memberikan nutrisi terbaik yang dibutuhkan bayi. Untuk bayi usia 6 bulan yang baru pertama kali mencoba makanan padat, maka sayuran dan buah adalah pilihan terbaik. Bahan lain seperti daging, ayam, dan ikan bisa diberikan setelah bayi berusia 7-8 bulan.

2. Hindari Pemanis Tambahan

Bahan yang manis alami seperti buah-buahan adalah pilihan terbaik. Hindari penggunaan pemanis tambahan seperti gula. Bahkan, madu pun tak disarankan untuk diberikan kepada bayi. Ini karena bisa mengakibatkan botulisme atau keracunan pada bayi.

3. Sesuaikan Bahan Makanan dengan Usia Bayi

Konsultasikan dengan dokter anak atau cari informasi tentang kesehatan anak mengenai bahan-bahan yang bisa diberikan kepada bayi sesuai usianya. Pastikan juga untuk cek semua bahan dalam resep makanan bayi sebelum membuatnya. Ini dikarenakan ada beberapa bahan yang tidak boleh diberikan hingga bayi mencapai usia tertentu, misalnya seperti telur, keju, madu, dan susu sapi.

4. Sesuaikan Tekstur Makanan dengan Usia Bayi

Bayi usia 6 bulan baru saja mulai mengenal makanan padat hanya bisa mengonsumsi makanan yang dihaluskan. Untuk menghindari risiko tersedak, makanan dengan tekstur halus seperti bubur adalah yang paling tepat. Setelah bayi berusia 8-9 bulan, bayi sudah mulai bisa mengenal makanan dengan tekstur agak kasar. Saat bayi berusia 9-12 bulan, bayi mulai bisa mengonsumsi makanan yang dipotong kecil-kecil. Pada usia ini, bayi juga bisa belajar makan sendiri dengan tangannya (finger food).

5. Perkenalkan Bahan Makanan Satu Per Satu

Berhati-hatilah saat memberikan bahan makanan yang sebelumnya belum pernah dicoba bayi. Apalagi kalau sampai memadukan dua bahan yang sebelumnya tidak pernah bayi coba. Tujuannya adalah bila bayi mengalami reaksi alergi, kamu bisa mengetahui bahan makanan apa yang menyebabkan reaksi alergi.

6. Simpan Makanan Bayi dengan Baik

Nutrisi makanan bayi akan lebih optimal bila disajikan dan dinikmati bayi segera setelah disiapkan. Apabila harus disimpan dulu, demi menjaga kandungan nutrisinya, makanan bayi sebaiknya dibekukan dalam freezer dan dipanaskan beberapa saat sebelum disajikan.

Resep seperti Krim Sup Wortel Labu Tempe juga bisa menjadi variasi makanan bayi bergizi. Tentu saja kebersihan peralatan masak dan peralatan makan bayi juga harus diperhatikan, ya. Makanan bergizi dan terjaga kebersihannya tentu akan memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang bayi. Resep makanan bayi mana yang ingin kamu coba?

Cari lebih banyak