Skip to content
Apa Yang Kamu Cari?
Seorang wanita tengah memasukkan adonan kue ke dalam oven

Lebih Percaya Diri di Dapur dengan Mengetahui 5 Teknik Masak Berikut

5 Teknik Memasak Wajib Bisa

Untuk yang hobi menghabiskan waktu di dapur, tentunya kamu ingin selalu mengembangkan teknik memasak, kan?. Yang dulunya kita memulainya hanya dengan tumis menumis, kini mungkin sudah lebih percaya diri dengan poaching ataupun baking.

Ya, banyak istilah khusus yang mungkin masih terdengar asing. Meskipun demikian, banyak di antara teknik memasak tersebut sebetulnya sudah kita aplikasikan setiap harinya, seperti steaming. Tentu yang satu ini cukup familiar, bukan?

Jika kamu ingin punya basic skill ala chef , yuk, kita ketahui dulu berbagai tekniknya dan coba kita praktikkan dengan rekomendasi resep-resep dari Royco!

1. Sautéing

1. Sautéing

Teknik sautéing adalah menggoreng dengan sedikit minyak. Ini berkebalikan dengan deep-frying. Alat masak yang digunakan biasanya berupa wajan datar atau wok. Idealnya, wajan dan minyak haruslah berada pada suhu panas agar proses memasak menjadi efisien. Minyak dalam keadaan panas ini akan membantu ‘menyelimuti’ makanan sehingga menjadi kecokelatan. Maka, syarat utamanya adalah menghindari penumpukan terlalu banyak makanan dalam wajan.

Dalam Bahasa Prancis, arti sauté adalah “loncat” sehingga kuncinya adalah pada pergerakan. Membolak-balikkan makanan dengan menggunakan spatula akan meratakan suhu panas pada seluruh makanan. Sementara itu, menggerakkan wajan akan menjaganya tetap pada suhu selalu panas. Sehingga jika suhu dingin dari makanan bertemu dengan panas wajan di tengah-tengah, hasilnya akan menjadi ideal. Contoh masakan yang bisa dicoba dengan metode ini adalah tumis buncis udang ataupun tumis tahu daging cincang.

2. Poaching

2. Poaching

Poached egg disajikan di atas roti
Poached egg, menu sarapan kekinian yang menggunakan teknik memasak lanjutan. (Foto: Shutterstock)

Berbeda dengan boiling yang menggunakan suhu tinggi ataupun simmering yang menggunakan suhu pertengahan, poaching adalah teknik merebus makanan pada suhu air yang lebih rendah. Tujuannya adalah agar cita rasa makanan terinfusi dengan lebih maksimal, sehingga protein atau bahan yang dimasak tidak menjadi hancur, dan teksturnya dapat dinikmati.

Poaching tidak harus selalu menggunakan air, namun juga bisa dengan kaldu ataupun jus buah serta cuka. Salah satu metode poaching yang sangat populer dewasa ini adalah sous-vide, dimana daging dimasak dalam plastik khusus dan direndam dalam air yang dinaikkan pada suhu tertentu. Namun satu bahan yang paling populer dimasak menggunakan proses poaching adalah telur (poached egg) dan dipadukan dengan menu sarapan lainnya.

3. Steaming

3. Steaming

Steaming (kukus) adalah metode memasak menggunakan uap air yang dihasilkan pada suhu titik didih. Biasanya metode memasak ini menggunakan perantara berupa dandang agar makanan terlindungi dari kontak langsung dengan air. Dengan demikian, makanan tidak terpengaruh dengan pergerakan dan nutrisinya tetap terjaga.

Sayuran dan seafood adalah dua bahan utama yang paling cocok dimasak dengan menggunakan metode steaming. Memasak dengan menggunakan cara ini juga lebih sehat karena tidak melalui perantaraan minyak atau lemak, ditambah juga dengan nutrisi yang masih terjaga hingga 50% kandungannya. Hanya saja, jangan lupa untuk memberikan bumbu agar cita rasanya lebih enak.

4. Deep Frying

4. Deep Frying

Teknik memasak deep frying tengah dilakukan untuk masakan kentang goreng
Alat deep fryer ini lebih dikhususkan untuk penggunaan sehari-hari dan biasanya dimiliki restoran. (Foto: Shutterstock)

Deep frying adalah metode menggoreng yang mengharuskan makanan tenggelam sepenuhnya dalam minyak pada suhu tinggi. Agar terlindungi dengan baik dan terjaga kelembapannya, makanan harus diselimuti terlebih dahulu dengan tepung atau adonan. Ini bisa ditemui pada makanan seperti bola tahu goreng udang ataupun nasi goreng keju kroket.

Anggapan bahwa hasil masakan gorengan terlalu lepek tidaklah selalu benar karena mungkin teknik menggorengnya saja yang kurang tepat. Maka penting untuk menjaga suhu minyak antara 160-200 derajat Celcius agar minyak yang menempel pada gorengan lebih sedikit. Selain itu, tanggalkan minyak berlebih di hasil gorengan dengan meletakkannya terlebih dahulu di atas tisu dapur yang tebal sebelum dimakan.

5. Baking

5. Baking

Baking adalah metode memasak yang menggunakan oven yang menghasilkan energi panas kering (dry heat cooking). Proses ini secara kimiawi akan bereaksi pada adonan yang menggunakan tepung terigu, gula, telur, cairan, garam, dan ragi. Bahan-bahan ini biasa digunakan pada makanan seperti roti, kue, cookies, dan jenis-jenis pastry lainnya.

Proses baking akan mentransfer energi panas secara merata pada adonan sehingga matang hingga ke dalam. Dengan demikian, permukaannya menjadi kecokelatan di luar dan tampil cantik, sementara bagian dalamnya matang dan lembut. Hal yang sama juga terjadi untuk makanan seperti cookies hingga makanan gurih seperti lasagna.

Bagaimana dengan lima teknik tadi? Menarik tentunya untuk dicoba. Untuk kamu yang suka bereksperimen dengan masakan, kita akan bahas beragam teknik lainnya agar semakin banyak resep dari Royco yang bisa dicoba di rumah. Selamat memasak!