Apa Yang Kamu Cari?

Kiat Menyajikan Salad Sehat
Kiat

Menyajikan Salad Sehat

Salad dikenal sebagai sajian yang jadi pilihan mereka yang ingin menjalani pola makan diet sehat. Padahal penyajian yang salah justru membuat salad menjadi tak sehat dan tinggi kalori. 

Penggunaan saus yang salah seperti mayonaise justru akan membuat salad menjadi tinggi kalori. Variasi bahan yang tidak baik juga bisa membuat kandungan nutrisi dalam salad kurang lengkap atau tidak seimbang. 

Lalu apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan salad untuk pola makan diet sehat?

1. Seimbangkan bahan-bahan dalam salad

Komposisi salad yang sehat dan seimbang pada dasarnya adalah 75% sayuran hijau, 10-20% sayuran lainnya, 5-10% protein, dan lemak kurang dari 1%. Keseimbangan nutrisi ini penting untuk memastikan salad mengenyangkan dan memberikan asupan nutrisi yang cukup.

2. Utamakan sayuran hijau

Seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, bahan utama dalam salad adalah sayuran hijau seperti bayam, kale, dan brokoli. Tentu saja, padukan berbagai macam sayuran hijau yang berbeda untuk memperkaya rasa dan kandungan nutrisi pada salad.

3. Lengkapi salad dengan sayuran lain

Walau sayuran hijau merupakan elemen utama dari salad sehat, tapi foodies tak boleh melupakan sayuran lain, seperti bit, wortel, tomat, dan sayuran lain yang akan membuat kandungan gizi salad semakin lengkap. Ingat, tiap bahan dengan warna berbeda biasanya memiliki kandungan gizi berbeda pula. Kandungan gizi pada bayam merah berbeda dengan bayam hijau. Selain itu, penambahan warna akan membuat salad tampil lebih menarik, foodies akan lebih bersemangat menyantap salad.

4. Gunakan protein rendah lemak dalam salad

Bahan kaya protein dalam salad tak boleh dilupakan. Protein akan membantu foodies merasa kenyang lebih lama. Protein rendah lemak seperti ayam, ikan, tahu, dan telur bisa jadi pilihan. Kacang-kacangan kaya lemak sehat juga memberikan tambahan tekstur sehingga salad semakin nikmat disantap.

5. Pastikan bahan tambahan dalam salad juga rendah lemak

Bahan tambahan lain yang foodies gunakan dalam salad juga sebaiknya rendah lemak. Namun, bukan berarti foodies tidak boleh menggunakan bahan tinggi lemak, lho. Pastikan lemak yang terkandung dalam bahan tersebut merupakan lemak sehat, misalnya alpukat, kacang-kacangan, telur, keju, dan olive oil. Tubuh kita juga membutuhkan lemak asalkan dalam jumlah secukupnya dan merupakan lemak sehat.

6. Siapkan saus salad yang sehat

Penggunaan saus salad yang tepat tak hanya membuat salad semakin lezat, tapi juga semakin bergizi. Saus guacamole dari alpukat, vinaigrette yang agak asam tapi sehat, olive oil, serta perasan lemon hanya beberapa contoh saus salad yang lezat dan sehat. Perhatikan porsi saus yang foodies gunakan agar tidak merusak rasa salad. Selain itu, saus sebaiknya dicampur dengan beberapa saat sebelum salad dinikmati. Bila dituangkan terlalu cepat, saus salad bisa membuat sayuran menjadi layu.

7. Tambahkan buah pada salad

Penambahan buah pada salad akan menambah rasa, tekstur, dan gizi salad. Buah seperti apel, pir, beragam buah berry, alpukat, jeruk, dan buah delima bisa jadi pilihan bahan salad yang sehat. Buah-buahan kering seperti kismis atau ceri kering juga bisa digunakan dalam salad. Namun, ingat kadar gula dalam buah-buahan kering lebih tinggi daripada buah segar. Jadi perhatikan porsinya, ya.


Salad dapat sangat membantu foodies menjaga pola makan diet sehat. Apalagi salad bisa divariasikan dengan berbagai cara sehingga tidak membosankan untuk dinikmati. Foodies bisa menikmatinya sebagai makanan utama atau sajian pendamping untuk Steak Ayam . Selamat mencoba!