Skip to content
Apa Yang Kamu Cari?
Aneka potongan daging sapi sirloin vs tenderloin dijejerkan di atas talenan kayu

Inilah Perbedaan Antara Sirloin vs Tenderloin yang Perlu Diketahui Pencinta Steak

Ketahui Beda Sirloin vs Tenderloin

Sepertinya perdebatan antara tim sirloin vs tenderloin belum akan berakhir dalam waktu dekat. Kedua bagian daging sapi unggulan ini punya penggemar fanatik, terlepas dari kelebihan dan kekurangannya. Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah harga, , meski  pada akhirnya pilihan akan jatuh pada  preferensi pribadi.

Apakah perbedaan di antara keduanya? Manakah yang lebih enak? Nah, artikel ini akan menjelaskan kesemuanya agar mudah kita pahami bersama.

1. Tenderloin atau Has Dalam

1. Tenderloin atau Has Dalam

Daging sapi tenderloin selesai dimasak dan ditumpangi oleh mentega dan herba
Penyuka steak di Indonesia memiliki anggapan bahwa tenderloin adalah daging yang paling lezat untuk steak (Foto: Shutterstock)

Kalau pernah belanja ke pasar tradisional, pasti tukang daging lebih paham dengan istilah has dalam. Dahulu, inilah bagian paling dihargai mahal dari seluruh bagian daging sapi. Namun,  sekarang tenderloin bersaing ketat dengan iga ataupun buntut. Meskipun demikian, masih ada bagian tenderloin yang lebih mahal. Bisa tebak? Ya, itulah bagian filet mignon, yang merupakan bagian terbaiknya yang paling dalam.

Tapi pertanyaannya, kenapa sih harganya begitu tinggi? Itu dikarenakan bagian has dalam terletak di bagian punggung belakang. Otot bagian ini jarang dipakai beraktivitas sehingga menjadikannya empuk dan minim serat. Inilah juga yang menjadikannya lebih sehat dibandingkan bagian daging lainnya. Tapi karena lemaknya yang sedikit itu, maka daging tenderloin tidak punya rasa sekaya saingannya, yaitu sirloin dan bahkan beberapa bagian daging sapi lainnya.

2. Sirloin atau Has Luar

2. Sirloin atau Has Luar

Daging sirloin tengah dipanggang di atas grill pan
Daging sirloin jadi favorit untuk steak bagi penyuka rasa yang lebih kaya. (Foto: Shutterstock)

Steak lovers yang lebih menyukai cita rasa lemak pada daging biasanya lebih memilih bagian sirloin. Ini adalah satu hal mendasar yang membedakannya dengan has dalam. Tak hanya sebagai steak, sirloin juga cocok digarap menjadi masakan tumisan atau pan-fried. 

Posisi sirloin tepat berada di bagian luar tenderloin, sehingga tak heran bila dijuluki juga sebagai daging has luar. Rasanya yang lebih meaty alias ‘daging banget’ berbeda dengan has dalam yang perlu diolah dengan proses basting, misalnya. Pada proses tersebut, daging dimasak di atas wajan dan kemudian dilumuri oleh mentega serta daun aromatik dan bawang putih agar cita rasanya semakin mantap. Ini berbeda dengan sirloin yang biasanya hanya membutuhkan proses membumbui simpel sebelum dipanggang.

Jadi sekarang kita sudah tahu perbedaan paling mendasar di antara kedua bagian daging sapi yang biasanya paling favorit digarap menjadi steak. Tergantung dengan seberapa besar uang belanja kita ataupun selera pribadi, maka pada akhirnya sirloin vs tenderloin akan selalu jadi ‘perdebatan abadi’. Keduanya punya kelebihan dan juga kekurangan, namun satu hal yang pasti, para pencinta makanan pasti akan menikmati keduanya secara bergantian!